Senin, 27 September 2010

Tenaga Dalam Al-Hikmah

Sejarah Asal Usul AL-HIKMAH

di awali dengan pak Toha yang semenjak kecil yang selalu bercita cita untuk mempunyai ilmu yang sangat dia idam idamkan ( ilmu yang mempunyai karakteristik seperti alhikmah yang nanti akan di jelaskan)..

kemudian pak Toha muda pergi belajar salah satu pesantren di daerah Banten dan belajar di sana selama 7 tahun.. namun selama tujuh tahun di sana dia hanya mendapat kan ilmu Qiro’at, Fiqih dan silat CIpecut. biaya yang dia keluarkan sudah banyak namun ilmu yang dia idam idamkan belum juga dia miliki… akhirnya pak Toha pulang ke rumahnya di jakarta…

ketika dalam perjalanan pulang menggunakan kereta api.. beliau terus melamun memikirkan biaya yang telah habis namun ilmu yang dia idam idamkan beum juga di dapatkan…

ketika sedang terbuai dalam lamunanya datanglah 3 orang jawara menghampiri.. dan salah satu mereka langsung berkata : “ada ilmu yang hanya membaca dua kalimat syahadat, tetapi bila di tunjuk ke orang yang berniat jahat, maka orang itu langsung terpental”

pak Toha kaget karena itu lah salah satu ciri ilmu yang dia idam idamkan..
kemudian dia bertanya ” ilmu apa ? dan dimana saya bisa mempelajarinya?”
tanpa banyak bicara salah seorang dari ketiga jawara itu menulis satu alamat pesantren di bungkus rokok.

pada saat membaca alamat tsb. kemudian pak toha menoleh ke 3 orang jawara tsb.. mereka sudah tidak ada, bahkan di cari di seluruh gerbong kereta tetap tidak ada…

sesampai nya di rumah.. bapak dari pak toha sedih karena cita cita anaknya belum tercapai.. namun pak toha menceritakan kejadian di kereta yang kemudian membangkitkan semangat bapak nya lagi…
kemudian orang tua pak toha menjual kuda dan delmanya sehingga beliau beralih profesi yang tadinya tukang delman menjadi tukang daun dan tali…. demi tercapainya keinginan anaknya

alkisah pak Toha kemudian berangkat ke pesantren yang di tuliskan oleh salah satu jawara di kereta..

di perjalanan pak toha melewati sawah yang sangat luas dan beliau sempat tidur beralaskan jerami di sawah tersebut karena kelelahan..

sesampainya di pesantren yang di tuju.. pak toha langsung bertemu dengan kiyai di pesantren tersebut.. selesai menjawab salam dari pak toha kyai tersebut langsung bertanya ” mau kemana kamu Toha?” pak toha kaget karena kyai tersebut sudah mengetahui namanya sebelum dia menyebutkan nama.. kemudian pak toha menjawab ” saya hanya ingin mencari ilmu kyai”

kemudian kyai tersebut berkata ” karena ilmu qiroat dan fiqih kamu sudah cukup, maka kamu tidak perlu lagi belajar seperti santri yang lain.. kamu hanya cukup mengisi bak air wudhu di masjid”

3 tahun kurang sepuluh hari lamanya pak toha hanya menjadi seorang pengisi
bak tempat berwudu santri yang jumlahnya kurang lebih 300 orang..

pak toha yang selama 3 tahun itu tinggal di masjid tidak pernah sekalipun melihat kyai sholat di masjid, baik sholat 5 waktu atau pun shalat jumat..
beliau hanya bertemu dengan kyai hanya pada waktu selepas duha… yang mengajaknya mengurus kebun kebun.

karena selama 3 tahun pak toha merasa tidak belajar apa apa.. kemudian pada suatu hari pada waktu subuh pak toha mendatangi kyai sambil membawa al-Quran dengan maksud hendak belajar lagi mengaji..

namun keinginannya di tolak oleh kyai tsb.. dengan ucapan ” Toha ilmu qiroat kamu sudah cukup kamu pelajari dulu di banten”
kemudian pak toha hanya di suruh membeli daun kawung ( daun untuk tembakau) dan di suruh menunggu di masjid serta tidak boleh tidur sampai kyai datang…

setelah membeli daun kawung pak toha menunggu kyai di masjid sampai jam 2 malam yang akhirnya kyai baru datang…

karena melihat sampai pada saat itu pak toha belum juga tidur, kemudian kyai melihat kesungguhan dari pak toha… kemudian kyai duduk di depan pak toha…

beliau meminta daun kawung yang tadi di beli pak toha, kemudian beliau mencabut satu helai dari daun kawung tersebut.. aneh nya di helai kawung tersebut sudah tertulis ayat alquran.. kemudan kyai menunjukan pada pak toha dan berkata ” ini bukan yang kamu cari toha?” pak toha menjawab ” bukan”

helai demi helai di cabut dan pak toha selalu menjawab bukan, hingga akhirnya hanya tersisa dua helai.. kyai bertanya : ” bagaimana jika yang kamu cari tidak ada di sini?” pak toha menjawab : ” saya ikhlas jika memang tidak ada.. tapi tolong lah beri saya petunjuk kyai”

kyai tersenyum dan kemudian mencabut 2 helai kawung yang tersisa.. yang ternyata bertuliskan dua kalimat syahadat…
pak toha langsung sontak berbicara… ya itu yang saya cari kyai…
kemudian kyai membelah daun kaung tersebut.. sambil berkata : semua yang bergerak di perut adalah hak kamu dan yang bergerak di tangan adalah hak H.amilin… dan pada suatu saat nanti ada murid kamu yang menyatukanya…”

sebegitu lamanya perjuangan pak toha untuk mendapatkan ilmu yang dia idam idamkan… bersyukur lah bagi para ikhwan yang telah mendapatkanya..

kemudian pak toha mendirikan perguruan SINLAMBA yang mempunyai 60 murid utama yang salah satunya adalah abah H.Syaki…
abah H.Syaki bertemu denganpak toha pada tahun 1935…
pada saat itu beliau melihat pak Toha sedang melatih murid muridnya..

kemudian abah penasaran dan mencobanya.. ketika beliau mencoba beliau langsung terpental.. kemudian dari situlah abah menjadi murid pak Toha

setelah lama balajar tahun 1952 setelah H.Ramli lahir abah pun di syahkan menjadi pembina yang kemudian beliau menjadi orang yang terpilih oleh pak toha untuk menyatukan ilmu pak toha dengan H.Amilin

sekelumit cerita tentang pergi bergurunya abah H.syaki ke H.Amilin

berikut saya paste cerita dari blog kisawung yang dulu pernah kisawung postingkan di kaskus juga… (mohon bimbinganya ki )

Siapakah Abah Syaki

Sejarah tentang siapa Abah Syaki, sangat sedikit yang mengetahui, saya pribadi pun hanya mendengar cerita dari para senior tentang beliau.. itupun kisahnya banyak yang tak masuk akal.. dan jika di konfirmasi kepada H Romly beliau kebanyakan senyum saja, dan bahkan sering mengatakan tidak benar itu

termasuk perjumpaan beliau kepada Abah Toha di Jakarta, diceritakan bahwa masa dahulu itu, Abah Saki sempat menjadi Centeng di Tg.Priok, dan abah Syaki ternyata juga mahir dalam bermain silat yang sifatnya fisik, namun tidak diceritakan Silat apakah yang dipegang oleh Abah Syaki.

sehingga ketika bertemu dengan Abah Toha, segera saja Abah Syaki menjajalnya dengan menyerang secara fisik.., dan hasilnya…, abah Syaki sampai terjerembab jatuh bahkan dikatakan sampai nyungsep masuk ke got itulah sebab, mengapa kemudian diceritakan kemudian Abah Syaki menyatakan takluk dan langsung berguru kepada Abah Toha..
setelah pelajaran dirasa cukup, Abah Toha kemudian memerintahkannya untuk melanjutkan pelajaran kepada Abah H. `Amilin yang berdomisili di Dayeuh Kolot Bandung.

diceritakan kemudian, Abah segera berangkat ke Bandung.. dan perjumpaan terjadi di tengah sawah.. tatkala Abah kemudian bertemu dengan seorang petani yang berperawakan kecil
lalu bertanya.. dimanakah rumahnya Abah H. Amilin.. lalu disambut dengan pertanyaan lagi, untuk apakah kamu mau kesana..lalu dijawab Abah, mau berguru sesuai amanat dari Abah Toha.. yang ada, Abah segera ditantang berkelahi oleh petani itu.. dan segera saja Abah melayani dengan mengeluarkan jurus silatnya.. dan terjadi lagi…
hanya dengan sedikit gerakan mengibas.., abah langsung terjatuh dan tidak bisa bergerak..

akhirnya petani itu tersenyum, dan kemudian menunjukkan arah rumahnya H.`Amilin..
lalu berangkatlah Abah Syaki dengan perasaan herannya.. mencari ke arah yang ditunjukkan.. dan sesampainya di rumah H.`Amilin.. betapa kagetnya Abah… ternyata…
Abah H.`Amilin ialah.., petani yang ditemuinya tadi di lokasi sawah ..
Beliau sudah ada di rumah itu dan mengenalkan dirinya ialah yang dicari

demikianlah selanjutnya abah Syaki diceritakan kemudian menerima pelajaran Asmak
sebanyak 28 amalan, yang terbagi kepada 4 bagian / tingkatan..
Hal inilah yang menyebabkan kemudian, setelah itu Abah direstui untuk membuka
pelajaran Hikmah di Cisoka, yang kemudian berdiri dengan nama Al Hikmah.
pada awalnya abah menerima ilmu dari pak toha tanpa wiridan…
namun pada tahun 1957 saat detik detik terakhir hayat pak toha… beliau menitipkan surat kepada adik abah yang pada saat itu sedang aplusan dengan abah menunggu pak toha……

yang kemudian di sampaikan surat itu kepada abah.. yang ternyata isinya terdapat 3 lembar..

lembar pertama adalah syarat syarat yang harus di pegang oleh para penerima ilmu,
lembar kedua isinya 6 wiridan yang sekarang menjadi salah satu kewajiban para ikhwan alhikmah untuk memperkuat energi keilmuanya,

dan lembar ketiga adalah permohonan pak toha pada abah untuk membantu keluarga pak toha dalam pengurusan penguburan pak toha..

sepeninggal pak toha… abah mulai mengembangkan keilmuanya sehingga sampai mempunyai anggota ribuan.. bahkan pada tahun 1965 anggota nya di lampung mencapai 10ribu orang..

saat itu namanya belum alhikmah.. tetapi masih KSBPI ( kesatuan seni budi pekerti islam) dan masih satu rumpun dengan SINLAMBA

namun karena banyak berselisih faham dengan murid pak toha yang lainya abah pun shalat istikharah.. yang akhirnya mendapatkan petunjuk untuk memberi nama dengan AL-HIKMAH.
keilmuan alhikmah pun menjadi dua tingkatan..

tingkatan pertama adalah keilmuan dari pak toha..
para caron ikhwan harus di attunment dahulu dengan istilah di gores di perut
dengan 6 wiridan pokok.

tingkatan kedua adalah keilmuan dari H.Amilin
para ikhwan di attunment dengan teknik khusu di tangan.
dengan 28 wiridan pokok.

tingkat berikutnya adalah perawat, dimana ikhwan al-hikmah sudah di beri hak untuk menggores.. sarat untuk menjadi perawat adalah sudah menikah dan di beri izin oleh perguruan pusat karena akan di berikan teknik menggores

adapun Syarat-syarat pelajaran Al Hikmah :

1. Jangan tinggalkan sholat yang lima waktu
2. Taat kepada kedua Orangtua
3. Jangan berzina
4. Jangan berjudi
5. Jangan mencuri (menipu)
6. Jangan minum-minuman keras (khamer)
7. Jangan makan barang yang haram
8. Jangan menduakan Tuhan
9. Jangan berdusta
10. Jangan riya`
11. Jangan sombong
12. Jangan Syirik ,dengki, dendam
13. Jangan memfitnah

Semua itu garis besarnya menjadi dua pasal,

1. Tidak boleh melanggar hukum Negara RI
2. Tidak boleh melanggar hukum agama Islam
beberapa penjelasan alhikmah menurut abah haji iskandar..

ilmu alhikmah bukan ahli hikmah, bukan hijib, bukan aufak.

ilmu alhikmah adalah sirrullah….

alhikmah yang bergerak di perut adalah ” lailahailallah “
alhikmah yang bergerak di tangan adalah ” muhammadarosululloh “
karena tangan adalah utusan..

alhikmah sangat mudah.. cukup dengan menyebutkan nama allah dan mengeraskan perut itu sudah mencakup segala tujuan..
seperti untuk menghindari yang berniat jahat atau untuk pengobatan..

. mampu mengeraskan perut

tolak ukur para ikhwan adalah tergantung seberapa optimal nya dia mengeraskan perut.. ketika dia mamppu mengeraskan perut bagaikan batu.. berbicara dan bernafas tidak terganggu badan tidak kaku.. maka cara mengeraskan perut nya sudah optimal…

kalo menurut abah haji syaki.. kita di tuntut untuk mampu mengeraskan perut sambil menganggukan kepala…

oleh karena itu para ikhwan di tuntut untuk membiasakan mengeraskan perut..
selain untuk melatih kekerasan tetapi juga untuk menghindari bahaya bahaya yang akan muncul..

misalkan ketika sendang minum atau makan mengeraskan perut.. jika dalam makanan atau minuman terdapat racun maka gelas atau piringnya akan pecah.. sedangkan bagai mana jika bahan gelas atau piring nya bukan dari kaca.. maka otomatis makanan atau minuman itu tidak akan mampu kita ambil…

bahkan ketika para ikhwan di pukul kemudian dia mengeraskan perut tetapi yang memukul belum emosi benar sehingga tidak terpental dan ikhwan tetap terpukul.. maka pukulan itu tidak akan membahayakan ikhwan tsb..

tekniknya sangat mudah… karena hanya dengan mengeraskan perut dan menyebutkan nama allah… atau allahu akbar…

oleh karena itu jaman abah haji syaki dulu para perawat selalu di tekankan untuk mendidik para ikhwan dalam mengeraskan perut terlebih dahulu disamping memperbanyak wiridan…

banyak sekali penjelasan para ahli metafisika mengenai hubungan perut dan kekuatan tenaga dalam…. atau tenaga metafisik…

yang jelas manusia kelemahan terbesarnya adalah di perut akan tetapi disitu pula lah terdapat kekuatan yang sangat besar.
awal seorang ikhwan ketika dia pertama kali mengecangkan perut badan akan terasa lemas.. seperti tanpa tenaga.. itu di karenakan karena belum terbiasa…
tapi ada untung nya pada saat itu pula jiwa menjadi tenang dan lebih mampu mengontrol emosi…..

karena di dalam alhikmah berprinsip.. siapa yang marah maka dialah yang kalah…

dari awal pak toha memberikan alhikmah tanpa wiridan.. kemudian sepeninggalnya beliau barulah wiridan itu di turun kan…

mengapa membutuhkan wiridan…?
saya berasumsi bahwa ada energi energi khusus dari wiridan tertentu dari alhikmah yang akan membantu proses penghimpunan chi di perut sehingga pola energinya lebih berkarakter terhadap seseuatu..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar